Sebuah
acara yang digelar setiap tahun di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok
Tengah akan segera dilaksanakan. Acara ini dilaksanakan menurut penanggalan
sasak yakni pada hari ke 20 bulan ke sepuluh. Pesta adat tersebut bernama
Tradisi Bau Nyale yang berarti menangkap Nyale atau Cacing laut.
Tradisi
ini dilakukan turun temurun dengan didasari oleh sebuah legenda yang ada di
masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dahulu di Lombok Tengah berdiri
kerajaan Tonjang Beru, yang mempunyai seorang puteri yang sangat cantik yang
bernama puteri Sarah Wulan atau lebih dikenal dengan nama Puteri Mandalika.
Selain kecantikannya Puteri Mandalika juga seorang yang lembah lembut dan baik
hati sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya. Dan tentu saja banyak pangeran
yang jatuh hati kepadanya dan berniat untuk mempersuntingnya.
Akhirnya para pangeran yang ingin mempersunting tersebut
saling beradu kekuatan dan bahkan mengancam akan menghancurkan kerajaan Tonjang
Beru jika pinangannya di tolak. Dalam kondisi demikian sang putri mengundang
semua pangeran tersebut untuk datang ke pantai Kuta dan masing masing pangeran
harus didampingi oleh seluruh rakyat mereka. Undangan sang putri di penuhi para
pangeran yang ingin mempersuntingnya, tak ayal lagi pantai Kuta penuh dengan
kerumunan orang.
Setelah
semua berkumpul sang puteri kemudian berdiri diatas sebuah batu karang dan
berkata kepada seluruh yang hadir di tempat itu bahwa dirinya akan menjadi
nyale yang dapat dinikmati oleh semua orang. Selanjutnya sang puteri
menceburkan diri kedalam laut yang disertai gemuruhnya ombak dan suara petir.
Setelah beberapa saat sang puteri menceburkan diri kedalam laut bermunculah
cacing berwarna-warni di permukaan laut dengan jumlah yang sangat banyak. Dan
hal itu dianggap sebagai jelmaan sang puteri.
Dari sinilah tercipta tradisi bau nyale, dan masyarakat di
setiap perayaan tradisi tersebut beramai ramai menangkap cacing laut tersebut
dan menikmatinya secara bersama-sama. Disisi lain cacing laut tersebut memiliki
kandungan protein dan gizi yang sangat tinggi. Selain itu tradisi ini dilaksanakan
sebagai ucapan syukur atas rahmat dan keajaiban alam yang diberikan oleh Tuhan.
Pada
tahun 2014 ini acara tersebut berlangsung pada tanggal 19-20 Februari 2014
bertempat di Pantai Serenting, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok
Tengah. Selain acara pokok yakni menangkap nyale, beberapa kompetisi
tradisional juga sering dilakukan seperti perisaian, bekayag, cilokaq,
begambus, berbalas pantun, dan lomba dayung. Selain itu juga digelar beberapa
pertunjukan diantaranya berupa teater legenda putri Mandalika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar